Menyajikan sajian yang bagus tentu harus melalui proses yang
bagus pula. Sebuah ungkapan umum yang cocok diaplikasikan dimana saja. Begitu-pun
untuk sebuah pertunjukan, walau itu hanya merupakan sebuah pertunjukan mini
untuk dinikmati oleh atmosfir yang mini pula diantara runtutan proses panjang
sebuah latihan dan pembelajaran tingkat dasar.
Melakukan yang terbaik, menampilkan yang terbaik, menjadi
kewajiban setiap pelaku seni pertunjukan tanpa perlu melihat timbal balik lain
melebihi kepuasan diri setelah membuat setiap saksi yang melihat menyinarkan
kepuasan di matanya.
Hal di atas tepat berlaku jika pertunjukan tersebut hanya terbatas
pada orientasi hasil akhir pertunjukan. Namun berbeda kini, dimana kita
berproses bukan untuk dinilai hasil dari pertunjukan tersebut, juga bukan untuk
mendapat nilai tambah dalam koloni angka penyusun IPK.
Kita berproses dan berproses, dan jika saja tidak akan ada titik
final dari proses ini, maka proses inilah hasil kita. Karena proses yang kita
jalani ini lebih berarti dari apa yang akan kita tampilkan nanti.
Kenapa? Karena kita sedang membangun. Kita membangun jiwa
dalam diri kita untuk menjadi sosok insan seni, insan seni pertunjukan. Dimana setelah memberinya tempaan kokoh, maka ia akan siap untuk
menjadi apapun setelah itu untuk menuju orientasi baru dari pertunjukan. Bukankah
itu yang diharapkan oleh setiap orang yang bermain disini? Ibarat membangun
gedung, apapun akan mudah terbentuk jika pondasi telah menjanjikan, dan proses
inilah pondasinya jika kita memang ingin lebih megah bermain.
Jadi buat
kawan-kawan, terutama diri saya yang masih goyah ini, mari kita lakukan proses
ini sepenuh hati. Cintailah proses garapan teater, kapanpun, dimanapun.
| Kaedah Pak Sutradara, hehe :D Alaynya=70. |


0 komentar:
Posting Komentar