1.
Pengertian Etika
Pengertian
Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang
berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Etika biasanya
berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin,
yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti juga adat kebiasaan
atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan),
dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk.Etika dan moral lebih kurang
sama pengertiannya, tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan, yaitu
moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan, sedangkan etika
adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku.
2. Etika siswa terhadap guru
1.
Hendaklah murid menghormati guru, memuliakan serta mengagungkannya karena
Allah, dan berdaya upaya pula menyenangkan hati guru dengan cara yang baik.
2.
Bersikap sopan di hadapan guru, serta mencintai guru karena allah.
3.
Selektif dalam bertanya dan tidak berbicara kecuali mendapat izin dari
guru.
4.
Mengikuti anjuran dan nasehat guru.
5.
Bila berbeda pendapat dengan guru, berdiskusi atau berdebat
lakukanlah dengan cara yang baik,
6.
jika melakukan kesalahan segera mengakuinya dan meminta maaf kepada
guru.
Artinya:
”Tidak
boleh menuntut ilmu kecuali dari guru yang amin dan tsiqah (mempunyai
kecerdasan kalbu dan akal) karena kuatnya agam adalah dengan ilmu”.
![]() |
| Adab seorang murid terhadap gurunya | Ilustrasi : djarumbeasiswaplus |
3. Adab seorang murid terhadap gurunya
1.
Berpakaian rapi dan sopan lagi bersih.
2.
Bersikap sopan santun dihadapan guru.
3. Murid
menanyakan beberapa masalah penting bagi manusia seperti tentang aqidah,
ibadah dan akhlak yang harus dilakukan selama hidup didunia ini.
4. Hendaknya
seorang murid menjaga diri dari mendengarkan perselisihan diantara mereka, baik
yang ditekuni itu termasuk ilmu dunia ataupun akhirat.Karena itu akan
membingungkan akal dan pikirannya, dan membuatnya putus asa dari melakukan
pengkajian dan telaah mendalam.
5. Seorang
penuntut ilmu tidak boleh meninggalkan suatu cabang ilmu yang terpuji, atau
salah satu jenis ilmu, kecuali ia harus mempertimbangkan matang-matang dan
memperhatikan tujuan dan maksudnya.
6. Hendaknya
seorang tidak menekuni semua bidang ilmu secara sekaligus melainkan memulai
dengan yang lebih mudah.
7. Hendaklah
seorang murid tidak memasuki suatu cabang ilmu sebelum menguasai cabang ilmu
yang sebelumnya.
8. Hendaklah
mengetahui faktor penyebab adanya ilmu yang mulia. Yang dimaksud adalah
kemulian hasil, kekokohan dan kekuatan dalil.
9. Hendaklah
tujuan murid di dunia adalah semata-mata untuk menghias dan mempercantik
hatinya dengan keutamaan, dan akhirat adalah untuk mendekatkan diri kepada
Allah dan meningkatkan diri untuk bisa berdekatan dengan makhluk tertinggi dari
kalangan malaikat dan orangorang yang didekatkan (muqorrobin).
10.
Hendaklah mengetahui kaitan dengan tujuan agar supaya mengutamakan yang tinggi.
Dan
juga perlu disadari, bahwa hormat dan patuh kepada gurunya bukanlah manifestasi
penyerahan total kepada guru yang dianggap memiliki otoritas, melainkan karena
keyakinan murid bahwa guru adalah penyalur kemurahan Tuhan kepada para murid di
dunia maupun di akhirat. Selain itu juga didasarkan atas kepercayaan bahwa guru
tersebut memiliki kesucian karena memegang kunci penyalur ilmu pengetahuan dari
Allah. Dengan demikian, dalam kontek kepatuhan santri pada guru hanyalah karena
hubungannya dengan kesalehan guru kepada Allah, ketulusannya, dan kecintaanya
mengajar murid-murid.



Ijin copy ya sob
BalasHapusSalam Kenal